Jargon Sekolah
Senin, 29 Nov 2021
  • SMA Negeri 2 Plus "Cerdas, Berkarakter & Berprestasi"

PELANGI SMAN 2 PLUS-ADHE HARINA-Menanamkan Mindset Siswa Agar Suka Belajar

Diterbitkan :

Menanamkan Mindset Siswa Agar Suka Belajar

By: ADHE HARINA

 

Puji syukur saya haturkan kepada Ilahi Rabbi Allah SWT, sang kekasih abadi, pemberi hidayah, inspirasi, kekuatan dan kebahagiaan, semoga selalu menjadi penuntun setiap langkah.

Shalawat serta salam senantiasa tercurah kepada Rasulullah Muhammad SAW yang Nurnya menerangi hati dan kubur manusia, kedatangannya menjadi rahmat untuk seluruh alam.

Dalam proses pembelajaran, seperti pelajaran kimia, terutama dalam pengembangan proses bernalar para siswa dibutuhkan peran aktif siswa. Hal ini menuntut guru memberikan pengajaran yang baik. Tapi, tidak bisa dipungkiri pada kenyataannya proses pembelajaran terikat oleh kurikulum dalam batasan waktu tertentu. Selain itu, kecerdasan siswa juga berbeda – beda, sehingga setiap siswa memerlukan waktu yang lebih lama untuk memahami pelajaran.

Hal ini menuntut saya sebagai guru bidang studi kimia yang kebanyakan orang beranggapan ini adalah pelajaran yang sulit, harus melakukan hal – hal yang berbeda untuk memotivasi siswa agar menyukai pelajaran ini dan menjadikan proses belajar lebih menyenangkan. Alhamdulillah, sudah 2 tahun ini saya dipercaya untuk mengajarkan pelajaran kimia di kelas X sehingga saya lebih mudah dalam menanamkan pola pikir siswa tentang kimia. Karena pada dasarnya siswa kelas X belum mengetahui benar cakupan dan materi kimia. Karena di SMP biasanya kimia tidak banyak dipelajari. Berbeda dengan pelajaran yang lain yang notabennya sudah dipelajari wakti di SMP.

Di pertemuan pertama saya selalu mengajak siswa untuk berkenalan, dalam perkenalan itu saya selalu bertanya kepada setiap siswa yang memperkenalkan dirinya “bagaimana pandanganmu mengenai kimia?”. Hampir semua siswa yang saya tanyakan mengatakan bahwa kimia itu sulit dan membosankan. Dari hal ini, saya beranggapan bahwa kata sulit dan membosankan yang mereka tanamkan dalam pola pikirnya (mindset) adalah salah satu penyebab rendahnya motivasi dan minat untuk belajar kimia. Saya selalu percaya bahwa mindset seseorang itu memberikan pengaruh yang besar pada kehidupannya, karena mindset itu adalah sebuah sistem kepercayaan pada pikiran bawah sadar seseorang. Sedangkan menurut saya, mindset ini adalah hal dasar yang mempengaruhi kehidupan seseorang dengan kata lain mindset ini adalah do’a dan harapan yang ingin dicapai dalam hidup. Sehingga saya berfikir mindset siswa yang negatif harus diperbaiki terlebih dahulu sebelum melangkah lebih jauh. Dengan kata lain siswa harus ditanamkan mindset yang positif.

Hal yang saya lakukan dalam menanamkan mindset positif siswa, diawal semester saya selalu memberikan motivasi – motivasi. Motivasi yang sering saya berikan diawal semester “Siapa yang mau sukses?” Semua siswa akan menunjuk ke atas. “keSUKSESan berawal dari pola pikir (mindset) yang akan dibuktikan dengan perkataan dan berlanjut pada sebuah tindakan yang akan menjadi sebuah kebiasaan, dan kebiasaan ini akan menentukan nasib kita. Contohnya kita berfikir kimia itu mudah, maka isi fikiran ini akan keluar dalam bentuk ucapan “ternyata kimia mudah ya…” dan ini akan mempengaruhi tindakan sehingga kita mau belajar kimia kemudian tindakan ini (belajar kimia) kita ulang – ulang ini akan menjadi kebiasaan kita untuk sering belajar dan menjawab soal – soal yang berkaitan dengan kimia dan kebiasaan ini akan menentukan nasibmu, mungkin bisa jadi ilmuan atau ahli kesehatan. Kenapa? karena kimia itu perannya sangat besar dalam kehidupan, dan kimia tidak bisa dipisahkan dengan ilmu – ilmu lain seperti kedokteran, neurologi, paleontologi, fisika, elektronik, meteorologi, metalurgi, teknik, arkelogi, pertanian, botani, biologi, toksikologi dan farmakologi. Jadi, agar bisa memahami kimia dengan baik kita harus ubah mindset (pola pikir) kita bahasa kerennya kita lakukan REFRAMING (mengubah sudut pandang), dimulai dengan mengubah kata sulit (kimia sulit) menjadi kimia ASIK “apapun, bagaimanapun, kapanpun keadaannya, kita hadapi pelajaran kimia dengan ASIK (Antusias Sabar Ikhlas Konsisten). Kalau kimia ASIK kita tanamkan pada mindset kita maka akan kita temukan bahwa kimia itu menyenangkan. Semua dalam kimia akan MAmpU kita pahami asal ada kata MAU, karena MAmpU tidak akan terjadi tanpa kata MAU. Ingat tiga hal yang tidak boleh kita tanamkan dan kita ucapkan walau dalam hati: saya tidak mau, saya tidak bisa dan saya tidak layak”. Jadi agar kita sukses dalam bidang apapun mari mulai sekarang kita hapus kata TIDAK ini, menjadi saya MAU, saya BISA, saya LAYAK.

Selain itu, hal yang sering dilakukan agar mindset siswa yang positif bisa dipertahankan adalah dengan menanamkan kemampuan spiritual yang baik salah satu contohnya selalu bersyukur. Orang yang bersyukur bisa masuk ke SMA N2 PLUS ini akan terlihat dari sikapnya yang selalu berbuat bahwa dirinya pantas masuk di SMA ini, contohnya memperbaiki sikap, ibadah serta waktu yang digunakannya meningkatkan belajar dan membuat pembeda dengan siswa lain di SMA yang lainnya.

Kemudian dalam setiap pembelajaran, di awal pembelajaran saya akan mengajak siswa – siswi untuk membuka hati dengan mengosongkan gelasnya (membuang beban masalah, beban pikiran, egois dan sikap sok pintar) sebelum belajar agar lebih mudah memahami pelajaran dengan cara melafalkan (menyanyikan) asmaul husna (jadi yang belajar dengan saya harus hafal asmaul husna) atau kalau waktunya singkat hanya membaca surah pendek dalam Al Qur’an tujuannya untuk menanamkan nilai – nilai spritual (beragama tanpa ilmu ibarat orang yang buta dan berilmu tanpa agama dapat menyebabkan bencana) dan hati terbuka dan bersih pelajaran mudah masuk dan menyenangkan. Kemudian saya akan tunjuk satu siswa (berbeda dalam setiap saya masuk) untuk memberikan motivasi yang ia rasakan kepada teman – temannya untuk melatih mereka terbiasa memberikan hal kecil yang baik bagi saudaranya. (untuk menanamkan mindset “sebaik – baik manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia” (HR. Thabrani).

Itulah tiga hal sederhana yang saya lakukan untuk menanamkan mindset siswa agar suka belajar, salah satu contohnya suka belajar kimia.

Akhir kata,

“Untuk menjadi sukses miliki mindset yang benar. Aset terbesar kita sebenarnya bukan uang atau materi melainkan diri kita sendiri. MINNDSET POSITIF MEMBANGUN KARAKTER”.

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Beri Komentar